Dari celah-celah bedeng yang berlubang, matahari memperlihatkan sinarnya. Aku yang terbangun oleh suara burung pagi langsung saja membuat kopi untuk menikmati aroma pagi ini. Tatkala ku ayunkan langkah keluar dari bedeng, kicauan para burung menyambutku lebih ramai, mereka mengucapkan salam selamat pagi dengan bahasa mereka sendiri. Tak ketinggalan para rakun berlarian ke dalam semak untuk saling membagi jatah makanan yang mereka dapat dengan langkah yang sangat cepat, membuat langkah mereka bernada homofoni bagai gabungan tabuhan marching band dan musik klasik. Wow begitu indah pagi ini, keakraban mereka ini yang membuatku selalu ingin berkunjung dan berbicara dari hari ke hati dengan mereka.
ingin tahu cerita selanjutnya silahkan disini



62 comments
:D
wew berner yah lagi dihutaN???
^^
& mau ucapin
selamat pagi menjelang siang saja'
huwahahah. . . . !
:-)
welcome back ya
"Bapa kamu pujangga yah?"
"Kok tau"
"Iyah abisnya puitis banget bahasanya"
(gak jelas)
hahahaha
kalau TK sih hidupnya udah terbalik... pagi jadi malem... malem jadi pagi... jadi instrumen malem lebih tenang... cuman ada suara burung hantu sama dengkur tidur keluarga... hahaha
bukan puitis sob, tapi lagi cerita, haha :D
sama dong, pola hidup nya :D
Ketahuan yah om manki lg kejar setoran :p
Komennya buanyaaak
tidurrr euyyy tidurrrr :)
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
sukses juga untuk anda :D
terima kasih kunjungannya ya :D
apa ya kamu kepingin ngeblog pas di hutan itu ?
Absen bang mon!
ada rakun? Emang di gunung mana itu? Kok masih ada rakun?
rakun ada banyak kok mba di gunung-gunung, mau ?? :D
Poskan Komentar
Terima kasih telah berkunjung, berikan komentar anda mengenai posting diatas, mohon cantumkan nama anda, dengan begitu saya dapat mengunjugi situs anda. Maaf juga bila komentar anda mengandung spam, maka terpaksa saya serang balik.